Senin, 05 Oktober 2009

Merawat Pintu Mobil

Tidak hanya dapur pacu atau komponen mesin yang perlu dirawat, tapi bagian-bagian pintu mobil juga perlu mendapat perlakuan khusus. Kadang keberadaan pintu mobil sering luput dari perhatian kita, padahal jika terjadi kerusakan pada bagian ini bisa mengurangi kenyamanan berkendara.

Biasanya penyakit yang sering terjadi pada pintu kendaraan adalah komponen rel kaca. Biasanya komponen ini rusak atau sudah getas akibat kemasukan air dari celah karet pintu, sehingga sistem mekanisme penggerak kaca jendela berkarat. Efek selanjutnya saat naik turunnya kaca akan terasa berat dan harus dibantu dengan tangan. Demikian juga dengan keberadaan handel pintu maupun ensel. Jika pelumas untuk mekanisme pembuka pintu mengering, pintu akan sulit dibuka.

Jika Anda menemukan persoalan pada pintu mobil Anda seperti di atas, ada baiknya rawatlah pintu kendaraan Anda, paling tidak enam bulan sekali. Adapun yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

- Hal yang paling pertama-tama sediakan peralatan yang dibutuhkan seperti berbagai jenis obeng, kuas, solar, gemuk dan pelumas berupa semprotan. 

- Buka trim pintu dengan posisi kaca turun kemudian buka baut pegangan pintu dan gagangnya dengan obeng. Buka panel pintu dengan mencungkilnya pakai obeng . Untuk mobil dengan sistem power window copot sakelarnya. Perhatikan lis kaca, bersihkan kotoran yang menempel pakai kuas dan solar. Tunggu sampai kering. Atau bersihkan dengan air sabun dan setelah kering bersihkan dengan lap. 

- Bersihkan gigi regulator dan oleskan dengan gemuk. Juga gigi penggerak motor untuk yang power window. Lumasi juga lengan pemutar dan pernya. 

- Periksa tangkai pengimbang regulator, juga rel atas dan bawah penggerak tangkai regulator. Bersihkan dengan solar lalu olesi dengan gemuk. 

- Setel kaca yang miring dengan cara menaikkan kaca setengah dan kendurkan dua baut pengimbang bagian bawah. Setelah itu dorong kaca ke belakang, dan kencangkan kembali baut pengimbangnya. 

-Perhatikan juga handle pintu, cek apakah terasa ada pergeseran jika difungsikan atau tidak. Jika ya, lumasi dengan pelumas semprotan. Saat melakukan penyemprotan, sekalian cek dengan memainkan bukaan pintu luar dan dalam.

- Periksa juga tangkai besi pengait kunci pintu, terutama bagian bawah yang menggerakkan kunci. Bersihkan bila berkarat atau kotor dan semprotkan pelumas. 

- Jika sudah selesai pasang kembali panel pintu. Untuk yang power window jangan lupa pasang sakelar kembali. Perhatikan setiap sekrup sudah terpasang pada setiap bagiannya yang ada di trim pintu.

Rabu, 23 September 2009

Smart Driving - Pedoman Mengemudi Aman dan Efisien

Pengecekan Bagian Luar Mobil

Sebelum menggunakan mobil cek kondisi sekeliling bodi, pastikan semua dalam kondisi baik dan layak jalan.

Pengecekan Ban 
Cek tekanan angin dan kondisi ban mobil (termasuk ban cadangan) minimal seminggu sekali sebelum mobil digunakan. Periksa tekanan angin dengan menggunakan Tire Presure Gauge, dan pastikan tekanan sesuai dengan standar. 

Untuk memeriksa ketebalan ban, gunakan Trade Wear Indicator, yaitu berupa tanda segitiga pada dinding ban dan tonjolan pada telapak ban.

Jika kembangan ban sudah rata dengan tonjolan tersebut, maka gantilah segera ban Anda. 

Pengecekan Mesin 
Lakukan pengecekan ruang mesin minimal seminggu sekali pada bagian oli mesin, oli rem, air radiator dan air aki. Pastikan ketinggian oli ataupun air berada di bawah garis maksimal. Selanjutnya cek juga karet-karet selang dan tali kipas. Pastikan semua masih lentur dan tidak ada retakan.
Pengecekan Dalam Mobil

Saat memasuki kabin mobil hal penting yang perlu di cek adalah kondisi karet pedal kopling, rem dan gas. Semuanya harus terpasang dengan baik dan tidak tipis. 

Lalu, cek juga rem tangan mobil, terutama tuas dan penguncinya. Semuanya harus dalam kondisi dan berfungsi dengan baik.
Posisi Duduk

Ada 3 hal penting yang akan kita dapatkan apabila posisi duduk kita sudah tepat, yaitu:
Komunikasi
Mudah berkomunikasi dengan pengendara lain dan memantau situasi di luar mobil.
Kenyamanan
Tidak mudah lelah dan selalu sigap meski mengemudi jarak jauh.
Kontrol
Mudah merasakan gejala awal ketika mobil mulai kehilangan keseimbangan. Sehingga bisa segera mengantisipasinya.

Untuk mendapatkan posisi duduk yang tepat ikuti prosedur dalam hal:

Sabuk Pengaman
Gunakan selalu Sabuk Pengaman sebagai perlengkapan pelindung keselamatan utama. Pastikan terdengar suara KLIK!, saat memasangnya. 

Penggunaan sabuk pengaman yang tepat, harus melewati tulang bahu dan pinggul. Gunakan pengatur ketinggian sabuk pengaman agar memudahkan mendapatkan posisi duduk yang tepat.

Jarak Kursi 
Atur jarak kursi sehingga kamu mudah mengoperasikan pedal gas, rem dan kopling.

Sandaran Kursi 
Posisi sandaran kursi harus nyaman, tidak terlalu tegak namun tidak terlalu landai.

Jarak Tubuh & Kemudi
Jarak ideal tubuh dengan kemudi yaitu sekitar 25cm. Cara mengukurnya, letakkan kedua pergelangan tangan Anda pada jam 12. Kemudian atur sandaran kursi.

Posisi Penahan Kepala 
Tempatkan sandaran kepala sejajar dengan tinggi kepala. 

Ketinggian Kemudi 
Sesuaikan ketinggian kemudi sampai merasa nyaman untuk mengemudi.

Setelah duduk dengan nyaman, lakukan pengecekan berikut ini:

Pengecekan Instrumen Dashboard
Cek semua indikator di dashboard ketika kunci dalam posisi ON. Untuk kendaraan yang dilengkapi dengan ABS dan SRS Airbag, pastikan saat menyalakan mobil indikator tersebut mati.

Pengaturan Kaca Spion 
Atur semua posisi kaca spion supaya memudahkan memantau situasi di luar mobil.

Pengecekan Lampu-lampu 
Pastikan semua lampu-lampu berfungsi dengan baik.
Olah Kemudi

Posisi dasar tangan yang paling tepat saat mengemudi yaitu tangan kiri di posisi jam 9 dan tangan kanan di posisi jam 3. Posisi ibu jari harus tegak di atas setir dan tidak masuk ke lingkaran setir. 

Hindari kebiasaan mengemudi dengan satu tangan, telapak tangan dan mengemudi dengan jari yang masuk ke lingkar setir. Selain mudah kehilangan kendali saat mengemudikan mobil, Anda juga terancam bahaya cedera bahkan kematian. 

Ada 2 Teknik olah kemudi yang tepat yaitu sebagai berikut:
Tarik-Dorong 
Merupakan teknik olah kemudi yang paling dasar dan aman digunakan di berbagai situasi, baik mengemudi pada kecepatan rendah ataupun tinggi. 
Silang
Teknik ini dapat digunakan saat kecepatan rendah tapi membutuhkan radius putar yang cukup luas, seperti saat parkir atau berbalik arah. 
Teknik Pengereman

Salah satu fitur yang berkaitan dengan teknik pengereman adalah Anti Lock Brake System (ABS), Electronic Force Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA).

ABS berfungsi agar ban tidak terkunci saat terjadi pengereman.
Caranya injak sekuat tenaga pedal rem sambil arahkan mobil ke tempat yang lebih aman.

EBD berfungsi mendistribusikan daya pengereman ke setiap roda sesuai beban kendaraan. Mekanisme ini bekerja bersama ABS dan sangat bermanfaat ketika mengerem pada jalan menikung.

Sementara itu, BA berguna untuk menambah daya pengereman saat mengerem mendadak. Mekanisme ini bekerja berdasarkan kecepatan menginjak pedal rem pada kondisi darurat. Sehingga dengan sedikit injakan tapi cepat, mobil dapat berhenti dengan cepat.
Scanning

Ketika sedang mengendarai mobil, perlu memperhatikan semua pengguna jalan atau kondisi jalan sekitar, misalnya motor, mobil, rambu-rambu, pejalan kaki ataupun objek-objek penting lainnya yang dapat mempengaruhi kesigapan saat mengemudi.
Blind Spot

Blind Spot adalah area yang tidak terlihat secara langsung oleh kaca spion tengah, kanan ataupun kiri. Dengan keterbatasan ini, perlu membiasakan diri untuk melakukan Shoulder Check yaitu dengan menoleh sesaat ke kiri atau kanan sesuai arah belok Anda. 
Safe Following Distance 

Ketika sedang mengendarai mobil, jaga jarak aman ideal mobil dengan mobil di depan yaitu sekitar 3 detik. Caranya:

Temukan patokan yang cukup besar dan tidak bergerak di sepanjang jalan.
Kemudian saat mobil lain di depan melintasi patokan tersebut, hitung dengan angka ‘1000 dan 1, 1000 dan 2, 1000 dan 3’. 
Pastikan mobil melewati patokan yang sama pada akhir hitungan. Jika sudah tepat, maka Anda telah memenuhi jarak aman ideal.
Safe Stopping Distance 

Saat menghentikan mobil, pastikan jarak mobil cukup memadai sehingga bisa melihat kedua ban belakang mobil yang berada di depan. Hal ini agar memudahkan saat terjadi kondisi yang memaksa Anda harus keluar dari antrian kendaraan.
Parkir 

Untuk memudahkan saat parkir, perlu memahami dan menggunakan patokan-patokan yang ada pada mobil. Seperti terlihat pada gambar berikut:

Tips Efisiensi Bahan Bakar Saat Mengemudi:
Pastikan kondisi mesin selalu prima.
Jaga putaran mesin tetap rendah.
Hindari akselerasi dan pengereman berlebihan.
Gunakan pengereman dengan mesin. 
Tekanan udara ban selalu normal.
Gunakan SPBU yang kredibel dan akurat. 
Matikan AC jika tidak diperlukan.

5 Hobi Pencegah Tulang Keropos

Rabu, 23 September 2009 - 09:02 wib
Dewi Arta - Okezone

OSTEOPOROSIS atau kekeroposan tulang kerap dialami saat memasuki usia setengah abad. Pada wanita, besar kemunginan hal ini dialami oleh mereka yang telah memasuki masa menopause. Untuk itu tak heran bila para ahli menyarankan di awal usia 30-an sebaiknya sudah mulai merawat tulang.
Selain dengan berbagai asupan gizi yang seimbang dan tepat. Anda pun bisa merawatnya dengan beragam latihan olah fisik yang mudah sehingga Anda bisa merasakan manfaatnya untuk kesehatan tulang.
Untuk Anda yang ingin mengetahui apa saja jenis olah fisik yang bisa membantu menjaga kesehatan tulang, berikut pemaparannya:

Berkebun
Mengangkat pot, menyeret karung besi, dan menggali lubang sangat bermanfaat dalam membentuk masa tulang. Di bandingkan dengan hanya berjongkok atau merangkak, yang juga sering dilakukan ketika seseorang sedang berkebun.

Olahraga air
Banyak jenis olahraga air yang dapat memberikan latihan yang sesungguhnya di butuhkan oleh tulang. Misalnya olahraga layar dan selancar yang membuat tubuh banyak bergerak.
Mengatur keseimbangan tubuh saat melawan gelombang juga merupakan tugas yang sangat berat, tak heran bila olah fisik seperti ini sangat berguna bagi kesehatan tulang.

Menari
Semua jenis tarian akan menjadi latihan yang baik bagi tulang selama semua gerakan dilakukan dengan semangat dan benar. Tari ball-room, swing atau hip-hop bisa membantu memperbaiki keseimbangan serta postur tubuh, dan mungkin akan membantu mencegah seseorang dari terjatuh, dan bungkuk saat tua.

Hiking
Mendaki ke atas bukit dapat memberikan banyak beban pada otot. Sehingga, saat turun akan memberikan beban yang lebih besar pada tulang. Untuk itu, olahraga ini patut dicoba jika Anda ingin tulang tetap sehat.

Bersepeda
Bersepeda merupakan olahraga yang membutuhkan keterampilan. Selain membuat tubuh harus seimbang, jantung dan paru-paru juga ikut bekerja. Gerakan otot tungkai, lengan, perut dan punggung cukup membuat tubuh bergerak. (berbagai sumber)(nsa)

Minggu, 30 Agustus 2009

Rabu, 26 Agustus 2009

Yuk, Menguras Radiator Mobil

Selasa, 14/4/2009 | 14:24 WIB

KOMPAS.com — Air radiator (water cooling system) mobil perlu diganti secara berkala. Tujuannya, selain menjaga korosi, kemampuan coolant mengikat panas akan menurun dalam jangka waktu tertentu.

Umumnya, penggantian air radiator dilakukan setelah mobil menempuh setiap 40.000 km. Mengurasnya bisa dikerjakan sendiri. Namun, untuk mobil-mobil baru, pengerjaannya tidak segampang kendaraan produksi 1990-an. Kesulitannya karena lubang pembuangan tersembunyi dan harus menggunakan obeng plus.

Ketika menggunakan water coolant, diimbau jangan berganti-ganti merek. "Sebaiknya, air radiator diganti dengan merek yang sama atau menggunakan produk orisinal dari produsen mobil," sebut Santoso Tri Handjono, Kepala Bengkel Nissan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Hal itu, lanjutnya, untuk menghindari reaksi kimia akibat perbedaan merek.

Selain itu, material radiator pun perlu mendapat perhatian. Tembaga atau aluminium sangat menentukan jenis dari merek air radiator.

Inilah langkah-langkah menguras air radiator;
1. Bila mesin dalam keadaan dingin, panaskan sekitar 3-5 menit agar cooling system berputar. Dengan demikian, kotoran tidak mengendap di bagian bawah.

2. Setelah itu, buka tutup radiator perlahan-lahan. Kemudian, lanjutkan dengan buka lubang pembuangan pada radiator.

3. Bila ingin mengganti dengan merek lain, tutup lubang pembuangan dan isi radiator dengan air jernih seperti air murni (boleh air aki dalam botol biru).

4. Hidupkan mesin hingga thermostat terbuka. Cirinya, dapat terlihat pada air yang bersirkulasi di lubang tutup radiator.

5. Matikan mesin dan diamkan sekitar 15 menut. Lalu, buka kembali lubang pembuangan pada radiator. Lakukan berulang kali langkah pengurasan sampai kondisi air terlihat bening.

6. Kemudian, isi radiator dengan water coolant yang baru.

7. Hidupkan kembali mesin sambil sedikit memainkan pedal gas hingga 2.000 rpm. Tujuannya, untuk meminimalkan celah udara yang terjebak dalam sistem.

8. Jika air berkurang, tambahkan coolant pada radiator hingga penuh lalu tutup.

9. Bila mobil telah dilengkapi dengan bleeding bolts, Anda hanya perlu membukanya 1/4 putaran dan biarkan mesin bekerja.

10. Jika gelembung udara yang keluar telah berganti dengan semburan air, segera tutup dan matikan mesin. Berarti, proses penggantian telah selesai. (Dhany Ekasaputra)

Selasa, 25 Agustus 2009

Tips Perawatan Radiator Mobil

Jangan mengisi Radiator Mobil dengan air sembarangan, bahkan air Mineral dalam kemasan pun tidak dianjurkan untuk dituangkan ke dalam Radiator, ini disebabkan mineral-mineral yang terkandung didalam air tanah maupun air mineral kemasan tersebut akan bereaksi dengan Logam Radiator, dan lambat laun akan mengakibatkan pengikisan pada dinding radiator hingga terjadi kebocoran, disisi lain hasil reaksi yang berupa kerak, sedimen dan zat kapur yang terkandung di air tanah akan menempel di dinding-dinding radiator dan silinder blok sehingga akan mengurangi kemampuan keduanya dalam melepas panas, yang lebih parah lagi adalah sedimen dan zat kapur menempel pada "TERMOSTAT" hingga mempengaruhi mekanisme buka tutupnya alias macet sehingga air panas tidak bisa mengalir ke Radiator dan hanya berputar-putar di silinder blok lewat selang bypass yang relative kecil, dan ujung-ujungnya ....... "OVER HEAT !". 

Yang terbaik adalah : gunakan air murni ( murni H2O ), kita bisa mendapatkannya di pasaran ( bengkel dan toko otomotif part & accessories ) dalam bentuk kemasan botol plastik 1 liter yang biasanya digunakan untuk mengisi aki ( air aki tambahan ) dengan ciri-ciri "BER-TUTUP BOTOL BIRU". Merek branded yang umum beredar dipasaran adalah YUASA, Cap SINGA, dll, dimana pada kemasannya tertulis dengan jelas "BISA DIGUNAKAN UNTUK AIR RADIATOR" dengan harga berkisar antara Rp. 2.000,- ~ 3.000,- , tidak lebih mahal dibanding sebotor air mineral kemasan. 

Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal lagi, anda bisa menambahkan Radiator Coolant dalam kemasan satu literan yang banyak beredar di pasaran ( merek branded : STP Radiator Coolant, Prestone Radiator Coolant, atau merk lain jika anda confident), tambahkanlah pada air Radiator sesuai petunjuk pada kemasan. Fungsi Coolant ini secara umum melindungi Logam Radiator dan Mesin dari korosi dan proses kimia lainnya, disamping itu juga menaikkan titik didih air Radiator, sehingga tidak gampang menguap. Atau jika ingin lebih praktis, dari ke dua merek di atas anda bisa mendapatkan air Radiator siap pakai ( tanpa perlu mencampur dengan air lagi, air murni dan Coolant sudah dicampur dalam takaran yang proporsional ) dalam kemasan 1 gallon ( ~ 3.785 liter ) dan tinggal tuang ke dalam Radiator. 

Jika anda melakukan treatment di atas pada mobil anda, dan Radiator mobil anda dalam keadaan sehat ( tidak ada bocor dan rembesan pada sambungan-sambungan ke slang karet ), bisa dipastikan bahwa dalam pamakaian normal setahun ( 30~50 km / hari ), anda hanya perlu menambahkan air Radiator sebanyak tak lebih dari 2 botol air aki "TUTUP BOTOL BIRU". Disamping itu juga meminimalisir resiko kebocoran Radiator. Bindingkan dengan jika harus mengalami kebocoran Radiator akibat isi air sembarangan. Biaya minimal untuk repair Rp. 200.000,-. Dan jika beli Radiator baru berkisar antara Rp. 400.000,- ~ 800.000,- tergantung merk, belum termasuk ongkos pasang. Belum lagi biaya derek mobil jika anda mengalami kebocoran di jalan. 

Ingat !, air aki ber "TUTUP BOTOL BIRU", jangan sampai anda membeli yang ber"TUTUP BOTOL MERAH", karena ini air aki jenis Zuur yang bermuatan elektronik yang digunakan untuk pengisian aki baru. Sifat air ini sangat reaktif terhadap Logam. Jika sampai tertuang ke dalam Radiator dijamin Radiator anda akan langsung melepuh dan bolong-bolong ! 

Cekap semanten sederek-sedulur, mugi-mugi bermanfaat. 

boplang@yahoo.com

Kalau Anak Selalu Dibentak

 
“Bid…ayo mandi! Disuruh mandi saja kok malas amat!” bentak ibu Abid (7) seraya menyeret paksa anaknya yang sedang asyik bermain.

“Fatma…jangan dekati kompor itu! Bahaya, tahu!” Bentak ayah Fatma yang memergoki putrinya (2) sedang mengutak-atik kompor minyak. Ketika bocah kecil itu menangis mendengar bentakan ayahnya, sang ayah malah kembali membentak, “Heh…diam!” Si kecil pun semakin ketakutan.

Membentak anak, sepertinya sudah menjadi kebiasaan sebagian orang tua. Saat melihat anak melakukan kesalahan, atau ketidakpatuhan, orang tua memang sering dibuat jengkel. Secara refleks, karena emosi, orang tua sering bermaksud ‘menasihati’, tapi diucapkan dengan nada tinggi. Kebiasaan ini juga lebih sering dilakukan oleh orang tua yang temperamental.
Pertanyaannya, efektifkah menasihati anak dengan bentakan?
Tentu tidak, sebab kalau anak terlalu sering dibentak, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang minder, tertutup, bahkan pemberontak. Ia pun bisa menjadi temperamental dan meniru kebiasaan orang tuanya, suka membentak. 
Dalam Nikah edisi Juni 2006 sudah dibahas cara menasihati anak secara efektif (Menegur Perilaku, Menghargai Pelaku). Pada edisi kali ini, akan dipaparkan beberapa akibat bila anak terlalu sering menerima bentakan. Selain itu, akan dibahas pula bagaimana kiat menumbuhkan kepatuhan. 

SALAH KAPRAH ORANG TUA

Seringkali orang tua baru bertindak ketika kesalahan telah dilakukan oleh anak. Bukan mencegah, mengarahkan, dan membimbing sebelum kesalahan terjadi.
Seharusnya orang tua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sebelum membuat aturan. Jangan menyamakan anak dengan orang dewasa. Orang tua hendaknya menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ketika menetapkan apakah perilaku anak dinilai salah atau benar, patuh atau melanggar, jangan pernah menggunakan tolok ukur orang dewasa. 
Harus diakui, orang tua yang habis kesabarannya sering membentak dengan kata-kata yang keras bila anak-anak menumpahkan susu di lantai, terlambat mandi, mengotori dinding dengan kaki, atau membanting pintu. Sikap orang tua tersebut seperti polisi menghadapi penjahat. Sebaliknya, orang tua sering lupa untuk memberikan perhatian positif ketika anak mandi tepat waktu, menghabiskan susu dan makanannya, serta memberesi mainannya. Padahal seharusnya, antara perhatian positif dengan perhatian negatif harus seimbang. 
PENGARUH TERHADAP ANAK
Anak-anak yang sering diberi perhatian negatif, apalagi dengan teguran keras atau bentakan, akan mudah tertekan jiwanya. Kemungkinan ia bisa berkembang menjadi anak yang:
- Minder
Bila anak selalu dicela dan dibentak, dan tak pernah menerima perhatian positif saat ia melakukan kebaikan, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri atau minder. Akan tertanam dalam jiwanya bahwa ia hanyalah anak yang selalu melakukan kesalahan, tidak pernah bisa berbuat kebaikan atau menyenangkan orang lain. Akibatnya, ia sering ragu-ragu atau tidak percaya diri untuk melakukan atau mencoba sesuatu karena takut salah. Misalnya, ia jadi tidak pede untuk mengaji atau membaca Al-Quran, gara-gara orang tuanya selalu membentaknya bila mendengar bacaannya salah.
- Cuek/ tidak peduli 
Anak yang selalu dibentak juga bisa berkembang menjadi anak yang cuek dan tidak peduli. Akibat sudah terlalu sering menerima bentakan, ia malah jadi apatis, tidak peduli. Ia pun sering mengabaikan nasihat orang tuanya. Mungkin saat dibentak atau dimarahi ia terlihat diam mendengarkan, tapi sesungguhnya kata-kata orang tuanya hanya dia anggap angin lalu. Masuk ke telinga kanan lalu keluar lewat telinga kiri. 
- Tertutup
Orang tua yang temperamental dan suka membentak, tentu akan menakutkan bagi anak. Ya, anak menjadi takut pada orang tuanya sendiri, sehingga ia tumbuh menjadi pribadi yang tertutup. Ia tak pernah mau berbagi cerita dengan orang tuanya. Buat apa berbagi kalau nanti ujung-ujungnya ia akan disalahkan? Dengan demikian, komunikasi antara orang tua dan anak tidak bisa berjalan lancar. Hal ini tentu berbahaya, karena bila menghadapi masalah dan hanya disimpan sendiri, jiwa anak bisa sangat tertekan. 
- Pemberontak/ penentang
Anak yang bersikap menentang bisa digolongkan dalam 3 tipe.
Pertama, tipe penentang aktif. Mereka menjadi anak yang keras kepala, suka membantah dan membangkang apa saja kehendak orang tua. Mereka marah karena merasa tidak dihargai oleh orang tua. Untuk melawan jelas tak bisa, karena ia hanya seorang anak kecil. Maka ia pun berusaha menyakiti hati orang tuanya. Ia akan senang bila melihat orang tuanya jengkel dan marah karena ulahnya. Semakin bertambah emosi orang tua, semakin senanglah ia. 
Kedua, tipe penentang dengan cara halus. Anak-anak ini jika diperintah memilih sikap diam, tapi tidak juga memenuhi perintah. Sebagaimana Abid yang disuruh mandi oleh ibunya, tapi tak juga mau beranjak dari tempatnya bermain. Saat ia ditinggalkan sendiri di kamar mandi pun, ia tidak segera mandi, malah bermain air atau kapal-kapalan. 
Ketiga, tipe selalu terlambat. Anak seperti ini baru mengerjakan suatu perintah setelah terlebih dahulu melihat orang tuanya jengkel, marah, dan mengomel atau membentak-bentak karena kemalasannya. Misalnya Angga yang belum mau beranjak dari tempat tidurnya bila belum dibentak atau diomeli ibunya. 
- Pemarah, temperamental dan suka membentak
Anak sering meniru sikap orang tuanya. Bila orang tua suka marah atau ‘main bentak’ karena sebab-sebab sepele, maka anak pun bisa berbuat hal yang sama. Jangan heran bila anak yang diperlakukan demikian, akan berlaku seperti itu terhadap adiknya atau teman-temannya. 

BAGAIMANA MENUMBUHKAN KEPATUHAN?

Setelah jelas bila bentakan tidak efektif untuk menumbuhkan kepatuhan, bahkan berpengaruh negatif bagi kepribadian anak, lalu bagaimanakah cara yang baik untuk menumbuhkan kepatuhan?
- Beri penjelasan pada anak
Jelaskan pada anak dengan bahasa yang ia mengerti, mengapa suatu hal diperintahkan dan hal lain dilarang. Jangan sekali-sekali memberi keterangan dusta dalam hal ini.
- Perintahkan sebatas kemampuannya
Perintah di luar kesanggupan dan kemampuan anak justru bisa menyebabkan krisis syaraf (neurotic) dan buruk perangai. Ada pepatah mengatakan, “Jika engkau ingin ditaati, maka perintahkanlah apa yang dapat dipenuhi.” Sebaiknya perintah itu dibagi-bagi dan tuntutan pelaksanaannya pun bertahap.
Untuk mengetahui sampai di mana batas kemampuan anak sesuai perkembangan usianya, diperlukan pengetahuan tersendiri. Sebaiknya orang tua memahami perkembangan anak ini. 
- Tidak berdusta atau menakut-nakuti  
Kadang orang tua mengatakan akan membelikan ini atau itu jika anak mematuhi perintahnya, tapi ternyata setelah anak patuh, orang tua tidak menepati janjinya. Itu berarti orang tua berdusta, dan bisa jadi anak tidak akan percaya lagi pada orang tuanya. Kedustaan seperti ini harus dihindari.
Selain itu, orang tua juga sering menakut-nakuti anak dengan sesuatu yang seharusnya berguna baginya. Itu dilakukan karena ingin anaknya segera memenuhi perintah mereka. Misalnya menakut-nakuti anak dengan dokter, suntikan dan sebagainya. Ketakutan anak pada hal-hal tersebut bisa terbawa hingga ia dewasa.
- Jangan bertentangan dengan naluri anak
Gharizah atau naluri adalah kekuatan terpendam dalam diri manusia yang mendorongnya untuk melakukan beberapa pekerjaan tanpa berlatih terlebih dahulu. 
Janganlah orang tua melarang anak bermain, atau membongkar dan memasang sesuatu. Jangan pula melanggar kebiasaan anak kalau tidak ingin mereka menggunakan jerit tangis sebagai senjatanya.
Lebih baik gharizah itu diarahkan sedemikian rupa sehingga anak bisa mengatur dirinya sendiri. Misalkan diberi perintah, “TPA nanti mulai ba’da asar lho, sekarang kan udah setengah tiga. Adik udah aja ya mainnya, dilanjutin besok aja, sekarang mandi dulu, kan udah mau adzan…”. 
Ungkapan itu tidak melarang anak bermain, dan tidak melanggar kebiasaan mereka bermain di tengah hari. Pemberian ‘masa terbatas’ ini dimaksudkan agar anak bisa mengatur jadwal kegiatannya sendiri, dan akan sangat menolong untuk melatih anak disiplin waktu. Selain itu mereka merasa dianggap mampu untuk mengatur dirinya sendiri tanpa harus didikte begini dan begitu. (Oel)
 
Referensi: Mendidik dengan Cinta, Irawati Istadi. Pustaka Inti.
Sumber: www.majalahnikahonline.com